Tuesday, June 1, 2010

diam atau marah?

tindakan apa yang kamu ambil apabila sekumpulan temanmu menertawakanmu, mengganggu hari-harimu, meledekmu tiada henti, dan menyakitimu? untuk sekali atau dua kali mungkin kamu diam saja, menerima perlakuan mereka yang orang lain lihat sebagai 'candaan' belaka. tapi bisakah kamu bayangkan bahwa itu akan berlangsung setiap hari?

ini yang aku rasakan. perlakuan yang kuterima karena berpegang teguh terhadap satu komitmen. mereka menganggap sok suci, pelit, dan sebagainya. bukan.... bukan itu kawan. dulu aku pernah jatuh meninggalkan komitmen ini. kekecewaan terpancar dari mereka, teman-teman yang sama-sama menjaga komitmen ini. masakah aku mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya??

berawal dari ejekan si A, hingga teman-teman A pun ikut-ikutan. makin hari pun makin pedas dan menyakiti telinga. panas dihati kadang teredam oleh ajaran-ajaran agama. 'kasih'. mengasihi mereka dengan tidak memperdulikan apa kata mereka. namun mereka tak ada habis-habisnya. mereka mulai mencubit-cubiti badanku yang gembul ini, mengejekku bila aku dalam kesulitan, mengusiliku dan laptopku, dan semua hal yang bisa membuatku kesal, mereka lakukan.

akhirnya aku marah. segala jenis binatang kurasa telah kusebutkan. inginku balas cubitan mereka, pukulan mereka, tapi aku hanya wanita dan mereka pria. dan penyesalan pun datang setelah emosiku mereda. ingin kucabut semua kata-kata kotorku tadi.

Tuhan, ampuni aku ini... :( lalu ku doakan mereka dalam doaku.. walau sakit hati ini mengingat semua perlakuan mereka. yaa... memaafkan dan melupakan kepahitan yang mereka lakukan adalah pembelajaranku kini. kuharap mereka bisa berubah. kuharap mereka mengerti bagaimana perasaan orang lain.

jadi? hhmmm.... mungkin aku akan tetap diam dan bersabar. melihat tangan Tuhan menjamah hati mereka. amin. :)

No comments:

Post a Comment