Saturday, January 16, 2016

Perenungan dan Pembelajaran Panjang

Yes. Saat ini saya mendeklarasikan diri bahwa saya single. ๐Ÿ˜Š Tepatnya kapan, saya pun ngga tau pasti. Ya.. itu salah satu kebodohan saya juga. Saya sudah banyak membuat kesalahan dalam pilihan saya. Saya mengakui, saya bukan orang yang belajar dengan cepat. Butuh 4,5 tahun untuk benar-benar mengambil langkah maju dan meninggalkan pria yang salah. Saya mengakui bahwa itu semua salah saya sendiri. Ego saya untuk bertahan dan keinginan saya untuk hidup dengan syarat "maunya sama dia", membuat ini semua menjadi terlalu lama dan berlarut-larut.

Kemarin saya benar-benar memutuskan untuk menghapus jejak pria itu di media sosial saya. Facebook, path, instagram, google plus, dan berakhir di blog ini. Saya kembali membaca curhatan diri saya di media ini. Ternyata memang sejak awal hubungan kami ini adalah kesalahan. Tanpa pikir panjang saya akhirnya menghapus semua yang berhubungan dengan dia di media ini.

Pelajaran yang bisa saya ambil dari hubungan ini terkatakan di gambar itu. Loyalitas, komitmen, dan kejujuran adalah landasan suatu hubungan. Kalau hubungan diawal udah ngga bener (ya boong, ya selingkuh, ya masih punya pacar, ya ngga terbuka), sampe akhirnya pun dia tetep begitu-begitu aja. Dia ngga akan berubah, karena pria itu (saya lagi bicarain mantan saya) ngga pernah bener-bener belajar dan menyesali permainannya. See... udah berapa banyak hubungannya yang seperti ini? Yang saya tau aja banyak... Yang kamu tau (iya, kamu pasangannya dia sekarang), kamu belum tau apa-apa. Kenal aja baru. Baru mau mengenal sambil pacaran? Yaaah... percuma. Kamu bakalan menghabiskan waktu yang lama kaya saya. Hehehe.

Kalau kamu baca, mantan ku... ๐Ÿ˜Š tersentil kah kamu? Marah kah kamu? Atau kamu dipenuhi penyesalan? Menyesal pernah kenal dan pacaran sama aku atau menyesal telah banyak melakukan kejahatan ke beberapa wanita sekaligus? Semoga kamu belajar dan segera memperbaiki diri sebelum semua karma itu balik ke kamu.

Hari ini, saya dengan mantab menyandang status single saya sambil tersenyum. Senyum ini karena doa saya dikabulkan. Jawaban dariNya atas bait doaku, "lepaskanlah kami dari yang jahat".

๐Ÿ˜Š sekian.

Thursday, December 31, 2015

Man

Mumpung tiba-tiba kepikiran dalam lamunan, langsung cepet-cepet kesini dan nulis.

Pria yang nantinya kelak jadi bapaknya anak-anak saya, kudoakan adalah pria yang....

  • Bisa diskusi bareng apapun itu. Ya masalah kerjaan, rumah tangga, pandangan-pandangan, dan sekalipun hal-hal sepele.
  • Pria itu ngga bosan mendengarkan aku berceloteh dan selalu tertarik untuk tau apa yang aku bicarakan dengan teman-temanku dan yang aku bicarakan dengan diriku sendiri dialam hati.
  • Pria yang ngga bisa tidur atau meninggalkan pasangannya saat masalah belum selesai.
  • Pria yang lebih suka mencium kening dan pipiku dari pada bibirku.
  • Pria yang menenangkan pasangannya dengan mendekapnya erat.
  • Pria yang merasa bersalah saat melihat pasangannya menangis.
  • Pria yang lucu dan mampu mengubah tangis itu menjadi senyuman.
  • Pria itu juga bertanggung jawab dengan pekerjaan, keluarga, dan agamanya.
  • Pria yang mampu membimbing aku dan anak-anak menjadi lebih baik.
  • Pria yang terbuka dengan pasangannya, apapun yang dirasakannya.
  • Pria yang ngga segan mengakui adanya kesalahan didirinya.
  • Pria yang lembut, sabar, dan pengertian terhadap pasangannya.
Bener-bener pria yang mempunyai sikap seperti itulah yang saya doakan dan bayangkan. Untuk itu, saya pun harus belajar memantaskan diri. Belajar seperti sosok pria yang saya inginkan itu.

Amin ya Tuhan, amin....

Sunday, December 27, 2015

2016

Don't-s:
- ever chat him, text him, call him, and meet him!
- ever try to remember first date, first kiss, first eat, and another firsts.
- ever try to find information about him anymore!
- ever come to places where you and him often visited.
- ever miss him!

Do-s:
- join sport club.
- take many responsibility in many things.
- love yourself.
- open your heart for another men.
- be busy!
- find more and more new friends!
- forget your past!
- run for your own life!
- forgive him and his fools.
- love your life.

Wednesday, November 5, 2014

November 2014

Hi blogger! Long time no writing. Hihi. Sekarang saya sudah bekerja di tempat yang baru. Sudah tidak sekantor lagi dengan mas nya. Hehe.
Ditempat baru, saya ketemu sama banyak temen-temen yang baik hati, sering bagi-bagi makanan (hehehehe), dan cewe-ccewe-cewenya juga suka dandan. Pas kan?
Jadi akhir-akhir ini si ebi jadi tambah keranjingan dandan. Mulai punya uang buat beli-beli makeup, brush, dan belajar pake makeup yang bener.
Yang lucu, di kantor baru ini temen-temen minta alisnya dirapihin. Bermodalkan pingset, tissue basah, tissue kering, dan kenekatan aka kemampuan yang pas-pasan, akhirnya 1-4 orang bersedia berserah pasrah sama ebi. Hahaha.
Sekarang saya lagi suka pake shadow warna biru. ๐Ÿ˜Š karena keliatan bagus dimata saya.
Next, aku mau bikin tutorial makeup by ebi ah. Hehe. ๐Ÿ˜‰

Monday, April 21, 2014

Jumat Agung dan Perjamuan Kudus

Hai blogger! Lama tidak menulis lagi. Saya akan lebih berusaha meluangkan waktu untuk menulis kembali. Hehe. Kemarin, kita di Indonesia ini baru aja liburan panjang. Jumat kemarin adalah tanggal merah perayaan Jumat Agung bagi umat Kristiani. Saya juga merayakannya.
Jumat kemarin saya pergi ke gereja bersama mama, mengikuti kebaktian dan menjalani perjamuan kudus. Pada kepercayaan saya, Kristen Protestan, terdapat 2 sakramen yaitu sakramen Baptisan Kudus dan sakramen Perjamuan Kudus. Kalau digereja saya, HKBP, Baptisan Kudus didapatkan ketika masih kecil. Biasanya anak berumur 1-2 tahun mendapat Baptisan Kudus. Setelah cukup dewasa (umur 16-17 tahun), kami diwajibkan untuk belajar Sidi. Pembelajaran ini merupakan pembelajaran menyeluruh mengenai Alkitab, hukum Tuhan, firman Tuhan, dan segala dasar-dasar kepercayaan kami. Di HKBP sendiri, kami tidak boleh menikah sebelum lulus belajar Sidi. Biasanya Belajar Sid berlangsung hampir 1 tahun. Sama seperti sekolah pada umumnya. Hanya saja pertemuannya 2x dalam seminggu saja. Kami diajar oleh pendeta secara langsung. Dan kami juga diajar 'Koor' atau Paduan Suara. Jangan salah loh.... Pendeta selalu pintar dalam bermusik. Lancar baca Not dan bisa mengajar Koor. Kata mama, waktu belajar pendeta, salah satu mata kuliahnya ya Musik. Jadi wajar bila mereka jago juga dalam musik.
Sakramen Perjamuan Kudus itu, hanya boleh didapatkan oleh kami yang sudah lulus Sidi. 
Sakramen ditetapkan Tuhan Yesus untuk menguatkan dengan sesama orang percaya, seluruh umatNya, atau segenap keluarga Allah, di semua tempat dan segala zaman. Karena seseorang masuk ke dalam perse-kutuan keluarga Allah atau Jemaat sebagai anak-anak Allah melalui Baptisan. Dalam perse-kutuan tersebut, kita merayakan Perjamuan Kudus berarti makan bersama dari satu roti yaitu Tubuh Kristus, sebagai tanda kesatuan dalam Tubuh Kristus. Gereja melakukan atau melaksanakan Perjamuan Kudus sebagai peringatan terhadap penderitaan -dan juga kematian serta kebang-kitan- yang Tuhan Yesus alami, sampai Ia datang kedua kali, 1 Kor 11:28.

Makna Roti dan Anggur di Perjamuan Kudus[sunting | sunting sumber]

  1. Roti melambangkan Tubuh Kristus, meng-ingatan dan memperingati tubuh Yesus yang disalibkan. Makan tubuh Kristus dalam arti -kita- dipersatukan dengan Dia, dengan menerima apa yang dilakukan-Nya bagi manusia, Yoh 6:48-58. Makan roti mengingatkan bahwa Yesus menjadi manusia supaya tubuh manusiawi itu disalibkan. Ia menderita dan mati serta bangkit, untuk menciptakan Tubuh baru, yaitu jemaatNya
  2. Anggur melambangkan darah Kristus yang ditumpahkan untuk menyucikan dosa-dosa manusia. Darah ditumpahkan pada/dari tubuh Yesus yang terpaku di kayu salib untuk pengam-punan atau penghapusan dosa seluruh manusia. Darah yang adalah hidup, ditumpahkan agar memberi hidup kekal bagi manusia. Minum anggur -pada/dari cawan- pada Perjamuan Kudus, mengingatkan -kita- bahwa Yesus sendiri telah minum cawan murka Tuhan Allah yang seharusnya diterima manusia

Sikap pada Perjamuan Kudus :
  • Berusaha untuk hadir, karena Tuhan Yesus sendirilah yang mengundang untuk datang pada meja perjamuan
  • Mempersiapkan diri untuk hadir. Menyelidiki dan mengaku dosa, berdamai dengan sesama manusia, serta mohon pengampunan dari Tuhan Allah. Kita datang ke hadapan Tuhan Allah sebagai orang yang berdosa yang sudah ditebus oleh Kristus
  • Dengan makan dan minum pada meja Perjamuan Kudus, ini berarti ada suatu penyerahan diri kepada Tuhan Allah. Karena Yesus telah menyerahkan Diri-Nya sebagai ganti manusia, maka setiap menghadiri Perjamuan Kudus menunjukkan bahwa seseorang mau menjadi persembahan yang hidup dan berkenan kepada Tuhan Allah, Roma 12:1-2

Di HKBP, kami melakukan Perjamuan Kudus setiap Jumat Agung dan Natal. Pada Jumat Agung kemarin, kembali dibacakan Narasi Perjalanan Yesus Kristus ke Golgota hingga wafat di kayu salib. Haru merasuk ke dalam hati kami atas pengorbananNya, dan atas dosa-dosa yang telah kami lakukan dalam kehidupan ini. Sungguh Tuhan amat sangat baik, sehingga rela datang ke bumi sebagai manusia pada umumnya dan rela disalibkan atas dosa yang tidak pernah dilakukanNya. Tapi jangan takut! Kristus mengalahkan maut di hari yang ke 3. Hari kebangkitannya. Yesus menunjukan pada dunia siapa diriNya. Dan Ia kembali duduk disebelah kanan Allah. :) Maka, jangan pernah takut. Dalam Yesus, kita punya kekuatan mengalahkan maut. Dalam Yesus, ada kemenangan. :)

Well, kebaktian Jumat Agung kemarin lumayan lebih panjang dari Kebaktian biasa. Kemarin kami mulai pukul 11.30 dan selesai sekitar 14.30 WIB. Sekitar 4 jam. Jadi, bagaimana Jumat Agungmu? 

Friday, September 6, 2013

Yiruma - Hope



Listen... It makes my day :)

Friday, November 30, 2012

Reviewing My Blog

Belakangan ini saya melihat tulisan saya di blog ini makin tidak karuan. Hehehe. Kebanyakan perasaan sedih dan emosi dilimpahkan di blog ini. Apa yang seharusnya menjadi masalah pribadi yang "cukup saya, dia/mereka, dan Tuhan yang tau" malah terbawa ke dalam dunia menulis ini. Maafkan atas ketidak-profesional-an saya yaaa.. :)

Lalu, mengacu pada topik blog saya sebelumnya tentang >> Menulis, memang baik mencurahkan pemikiran kita melalui tulisan. Namun, entah mengapa ketika saya baca-baca kebelakang, isi blog ini hampir sama saja seperti diary anak sma yang cengeng, isinya kurang penting dibagi, dan menyedihkan. (*apa hanya perasaan saya ya?*) Well... Sekarang, dengan ini saya berjanji, saya akan memilter tulisan saya sebelum diposting di sini. Semoga saya bisa memberikan damak positif bagi pembaca. (*ada yang baca tidak yaaa?* anggap saja ada) dan mulai menyimpan emosi hati saya ditempat lain, yang lebih tepat.

Terima kasih.