Skip to main content

Posts

Dealing with Reality

Saat kenyataan tidak terjadi seperti yang kuharapkan, aku menjadi kecewa karenanya. Rasa kecewa seringkali melahap keindahan yang ada di sekelilingku. Aku pun berubah karenanya. Hari ke hari ku renungi lagi. Apa yang harus kulakukan pada hatiku? Lalu Tuhan seakan berbisik dan mengingatkan, "Sebesar apapun usahamu meraihnya, kalau Aku tidak berkehendak, kamu ngga akan mendapatkannya". Ah iya... Kenapa aku bersusah hati ya.. Bukankah kehendak Tuhan adalah yang paling baik dan jalanku pasti diluruskan? Jadi aku memutuskan untuk tidak lari menjauh dari kenyataan pahit dan mulai menerimanya. Bi, terus berpengharapan ya. Tuhan itu baik. Dia sendiri yang akan tunjukkan jalannya.

BersamaMu

 ♫ Engkau ada bersamaku disetiap  musim hidupku... Tak pernah Kau biarkan ku sendiri... Tiap merenungkan lagu ini sambil liat-liat foto lama, selalu nangis terharu sama kebaikan Tuhan. Waktu kecil dulu, keluargaku hidup agak sulit dalam perekonomian. Uang saku kadang ngga cukup mengenyangkan perut selama sekolah. Ditambah lagi, aku ngga sarapan dirumah. Untungnya masih naik jemputan pulang pergi. Tapi pernah suatu waktu, aku memilih untuk main ke rumah sobatku. Uang saku udah ngga ada dan aku pulang berjalan kaki dari Pondok Gede sampai rumah. Untungnya, di 1 KM menuju rumah (kira-kira di tengah komplek), ada tetangga lewat naik becak dan ajak aku naik. Sampe rumah menangis di kamar karena sedih dan letih hingga mau pingsan rasanya. Sedih karena aku mengerti ngga mungkin minta tambahan uang saku ke orang tua. Dan juga bersyukur untuk pertolongan Tuhan lewat tetanggaku yang lewat. Jadi dari kecil pun, aku sudah menghadapi kesulitan hidup. Yang bisa ku lalukan adalah, selalu c...

Bila Tuhan berkehendak

Kalau Tuhan ijinkan, aku akan menerima berkat pernikahan dan beranak-cucu. Sekarang, aku akan mulai belajar mendoakan "dia" yang sedang Tuhan persiapkan dijalannya. Aku berdoa... Tuhan... Kiranya Engkau membimbing dia menjadi pribadi yang baik di hadapanMu. Yang menjadikan Yesus Kristus sebagai teladan hidupnya. Tuhan... Kiranya Engkau memberkati dia dalam pekerjaan yang dilakukannya. Engkau lah yang memberkati dia dengan kecakapannya dalam pekerjaannya. Engkau yang memberi berkat yang mencukupkan, sehingga dia dapat menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk masa depannya kelak. Semoga dia bijaksana dan berhikmat. Disini, aku pun berjuang melakukan yang terbaik dalam pekerjaan juga keseharian,d melatih diri dalam ibadah. Semoga nanti kita bisa mendirikan ibadah di tengah-tengah keluarga kecil kita. Amin. Namun... Bila Tuhan berkehendak sebaliknya... Aku mau belajar berserah.... Aku tau, Tuhan punya rencana yang tak terselami. Bila Tuhan tidak memberikan ak...

Valentine's Day 2019

Happy Valentine's Day, people! 3 days to my birth date. How's life? Mantab lah... Kenapa yah, akhir-akhir ini semua terasa begitu cepat. Ngga kerasa udah bulan 2. Bahkan hampir berakhir. Ngga terasa, baru aja hari Senin, eh besok udah Jumat. Dan ngga terasa, kemaren masih belajar nulis angka 4, sekarang sudah mau 28 tahun. Wakakakakakak Itulah hidup dan kesibukannya. Kerja demi kelanjutan hidup... Kerja demi pencapaian. Apa aku lupa bahagia? Hmm, ngga juga sih... Tapi aku memang push myself harder than before. Mestinya bagus dong yah. Supaya hidup ini mengarah ke arah yang lebih baik. AMIN. Hidup sibuk dengan pekerjaan pun diimbangi dengan hidup yang sibuk dengan beribadah, melayani, dan berteman. Happy banget dengan kegiatan Sabtu Minggu yang memberi pertumbuhan bagi iman, kelegaan untuk otak, karena bisa bernyanyi, memuji Tuhan, tertawa bersama teman-teman dan menjalani kegiatan-kegiatan positif. Cape ngga? Hmm, letih dalam bersenang-senang itu membuat aku lupa akan cape n...

Minggu 6 Januari 2019

Hari ini khotbah di gereja diambil dari Yakobus 4:13-17. Ada 2 hal penting yang menjadi perenunganku sore tadi. Yang pertama dari Yakobus 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Pastinya kita sudah atau sedang menyusun perencanaan setahun kedepan. Lalu semua perencanaan itu kita doakan kepada Tuhan, namun sering kali kita ngga berusaha untuk tanya, apa sih maunya Tuhan dalam hidupku ini? Atau pengertian lainnya, sering kali kita congkak, ego, menyampaikan ingin kita seakan-akan itulah yang terbaik bagiku dan Tuhan pasti dengarkan. Ayat tersebut benar-benar menegur kita (terlebih aku) dalam menyampaikan inginku pada Tuhan, sambil mencoba memahami mau Tuhan atas hidupku. Dan aku harus mengoreksi banyak hal dalam tindakan atau perilaku, maupun keputusan yang ku ambil, apakah itu memuliakan Tuhan atau tidak. Lalu yang kedua, Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia...

Ikhlas

Ebi: "Re, dulu doain pasangan hidup gimana, re?" Rere: "Tuhan, aku mau yang sepadan." Ebi: "Gitu doang re?" Rere: "Iya... Yang penting ikhlas. Terus, jangan di pikirin lagi." Ebi: "Oh gitu..." Jadi intinya ikhlas. Dan kata Rere, apa-apa lebih baik tau di awal. Lebih baik dia tau, kita seperti apa, dan bisa nerima atau ngga. Ya kalo bisa, berarti bisa lanjut. Kalo ngga, ya jangan maksa... Lalu, liat tanda-tandanya. Kalo "tektok", ya lanjut bicarain serius di awal. Ini pendekatan untuk menikah atau gimana. Hmmm.... Baik. We'll see. 😆

Man

Mumpung tiba-tiba kepikiran dalam lamunan, langsung cepet-cepet kesini dan nulis. Pria yang nantinya kelak jadi bapaknya anak-anak saya, kudoakan adalah pria yang.... Bisa diskusi bareng apapun itu. Ya masalah kerjaan, rumah tangga, pandangan-pandangan, dan sekalipun hal-hal sepele. Pria itu ngga bosan mendengarkan aku berceloteh dan selalu tertarik untuk tau apa yang aku bicarakan dengan teman-temanku dan yang aku bicarakan dengan diriku sendiri dialam hati. Pria yang ngga bisa tidur atau meninggalkan pasangannya saat masalah belum selesai. Pria yang lebih suka mencium kening dan pipiku dari pada bibirku. Pria yang menenangkan pasangannya dengan mendekapnya erat. Pria yang merasa bersalah saat melihat pasangannya menangis. Pria yang lucu dan mampu mengubah tangis itu menjadi senyuman. Pria itu juga bertanggung jawab dengan pekerjaan, keluarga, dan agamanya. Pria yang mampu membimbing aku dan anak-anak menjadi lebih baik. Pria yang terbuka dengan pasangannya, apapun yang ...