Tuesday, March 13, 2012

"Mencintai dari yang Terdekat" by Yohana Tika Agustina

Cinta tidak melulu antara laki-laki dan perempuan. Tidak hanya soal saling suka, pacaran, nikah, dan hidup bahagia selamanya. Itu cuma ada di cerita dongeng, novel, dan film roman. Cinta bukan hanya soal hidup bersama orang yang mengerti kita dan membuat kita selalu senang. Tapi begitu kita dikecewakan dan disakiti, kita pergi meninggalkan orang itu. Cinta tidak sesederhana itu. Itu sama saja mengharapkan orang yang sempurna, mustahil. Padahal kita tau hanya Tuhan yang sempurna.

Sebenarnya, cinta dimulai dari yang paling dekat dengan kita yaitu keluarga. Kita terlahir ke dunia ini karena cinta Tuhan kepada kita. Tuhan mewujudkan cintaNya dengan menganugrahkan cinta di antara kedua orang tua kita. Wujud nyata cinta itu adalah kita. Kedua orang tua kita membesarkan kita dengan cinta. Orang tua memberikan cinta mereka kepada kita, dan kita menerimanya. Seiring berjalannya waktu akhirnya kita mulai mengerti bahwa cinta bukan hanya soal menerima, tapi juga memberi. Saat itulah, kita belajar untuk membalas cinta kepada orang tua kita.

Setelah kita dewasa, kita mulai menyadari bahwa cinta bukan hanya saling memberi dan menerima. Kita juga belajar untuk memahami orang tua dan saudara kita, menerima mereka apa adanya, kadang mengorbankan perasaan kita untuk kepentingan mereka, dan banyak hal lain yang membuat kita mengerti bahwa cinta tidak selalu membuat kita bahagia. Bahkan orang yang paling terdekat sekalipun, mungkin ada kalanya mengecewakan dan menyakiti hati kita.

Jika setiap kali kita kecewa dan sakit hati atas sikap ataupun kata-kata orang lain, lalu kemudian pergi meninggalkan orang itu, maka sama saja kita lari dari masalah. Kita tidak perlu menutup mata atau melarikan diri dari masalah yang ada, tapi bukalah mata dan hadapi. Dengan begitu kita akan belajar untuk menjadi pribadi yang kuat. Dan yang paling penting adalah kita belajar untuk mencintai orang-orang yang hidup bersama kita dengan segala kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki. Kalau kita sudah berhasil mewujudkannya di lingkungan rumah, semoga kita berhasil mempraktekkannya di lingkungan sosial kita. Selamat mencintai :)
 -yo-

No comments:

Post a Comment