Skip to main content

Lima Tanda Hubungan Tak Bisa Diteruskan

Setelah masa “bulan madu” terlewati dalam sebuah hubungan, kini saatnya melakukan evaluasi. Apakah sebuah hubungan layak diteruskan atau malah diakhiri?

Berikut ini tanda-tanda suatu hubungan menemui jalan buntu, seperti yang dikutip dari Suite 101:

1. Tak ada lagi kemesraan
Jangankan berbagi kemesraan, Anda dan pasangan bahkan merasa bosan saat berduaan. Anda dan pasangan malah sibuk sendiri, tanpa saling memperhatikan. Hubungan pun menjadi dingin dan hambar.

2. Sulit mencari topik pembicaraan

Komunikasi mulai berkurang. Anda dan pasangan seakan merasa tak ada lagi topik yang bisa dibicarakan. Anda lebih suka menceritakan kegiatan keseharian Anda kepada orang lain ketimbang ke pasangan.

3. Tak ada humor
Anda malas bahkan muak mendengar leluconnya. Anda menilai humornya hanyalah sekadar cara yang salah untuk menarik perhatian Anda.

4. Lingkungan tidak setuju
Lingkungan terdekat Anda seperti keluarga dan sahabat tak bisa berhubungan baik dengan pasangan. Sering kali Anda merasa harus memilih antara keluarga dan si dia.

5. Kehilangan kepribadian
Saat bersama si dia, Anda tak merasa seperti diri Anda sendiri. Yang biasanya periang dan suka becanda, Anda mendadak jadi pendiam dan sunyi, saat berada di samping pasangan.

Jika Anda merasakan kelima tanda di atas, sebaiknya ajak pasangan berbicara dari hati ke hati. Benarkah hubungan yang Anda jalankan layak untuk dipertahankan? Atau hanya menjadi beban? Jangan sampai Anda dan pasangan menyia-nyiakan waktu terlalu lama.

Selamat berbahagia!


Sumberhttp://id.berita.yahoo.com/lima-tanda-hubungan-tak-bisa-diteruskan.html

Comments

Popular posts from this blog

Product Knowledge, Segmenting, Targeting and Positioning Branding pada Levi's Company

 Product knowledge sangatlah penting untuk para produsen karena memuat informasi-informasi yang mendorong terjadinya suatu pembelian. Product knowledge merupakan penjabaran dari teori perilaku konsumen yang terbagi lagi menjadi tiga bagian. Salah satu bagian ini adalah pengetahuan tentang produk yang memiliki perincian tentang jenis produk dan tingkat product knowledge. Product knowledge merujuk pada pemahaman tentang kumpulan berbagai informasi yang diterima oleh konsumen mengenai produk yang meliputi produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk (Dwiastuti, Shinta, & Isaskar, 2012)  Sejarah Levi's Company Popularitas celana jeans memang tidak lagi diragukan. Penggunaan jenis celana ini dapat ditemui hampir di semua generasi, pria maupun wanita, dari anak-anak hingga orang tua. Banyak alasan mengapa celana jeans sering digunakan, salah satunya adalah karena celana ini mempunyai bahan yang tidak mudah rusak dan t...

Brainstorming, Analisis SWOT, Strategi SO-ST-WO-WT, dan Ideasi untuk LEVI'S JEANS

Pada postingan sebelumnya, kita sudah mengenal lebih dalam mengenai produk Levi's Jeans. Setelah memahami sejarah dari produk, selanjutnya untuk memberikan ideasi bagi perusaan, kita harus memulai dari proses brainstorming, lalu analisis kekuatan-kelemahan-peluang-ancaman, lalu memberikan ide bagi Levi's untuk melakukan inovasi.  Brainstorming adalah suatu rangsangan untuk membangkitkan ide kreatif dengan cara mengeksplor pemikiran sehingga struktur kognitif atau yang disebut pengetahuan utama yang relevan menjadi aktif (Stroebe, Nijstad , & Rietzschel , 2010 dalam Alrubaie dan Esther, 2014: 45) Pada perkuliahan branding yang saya ikuti, proses brainstorming dijabarkan sebagai berikut: Pada tahan preparation dan fact-finding, kelompok kami menggunakan metode 5W + 1H untuk menemukan fakta tentang produk Levi's. Berikut ini pertanyaannya: WHAT Apa saja produk Levi’s? Celana Jeans: - 501® Original - 505™ Reguler - 502™ Reguler Taper - 511™ Slim - 512™ Slim Taper - 510™ Ski...

Jumat Agung dan Perjamuan Kudus

Hai blogger! Lama tidak menulis lagi. Saya akan lebih berusaha meluangkan waktu untuk menulis kembali. Hehe. Kemarin, kita di Indonesia ini baru aja liburan panjang. Jumat kemarin adalah tanggal merah perayaan Jumat Agung bagi umat Kristiani. Saya juga merayakannya. Jumat kemarin saya pergi ke gereja bersama mama, mengikuti kebaktian dan menjalani perjamuan kudus. Pada kepercayaan saya, Kristen Protestan, terdapat 2 sakramen yaitu sakramen Baptisan Kudus dan sakramen Perjamuan Kudus. Kalau digereja saya, HKBP, Baptisan Kudus didapatkan ketika masih kecil. Biasanya anak berumur 1-2 tahun mendapat Baptisan Kudus. Setelah cukup dewasa (umur 16-17 tahun), kami diwajibkan untuk belajar Sidi. Pembelajaran ini merupakan pembelajaran menyeluruh mengenai Alkitab, hukum Tuhan, firman Tuhan, dan segala dasar-dasar kepercayaan kami. Di HKBP sendiri, kami tidak boleh menikah sebelum lulus belajar Sidi. Biasanya Belajar Sid berlangsung hampir 1 tahun. Sama seperti sekolah pada umumnya. Hanya saja...