Skip to main content

Posts

Ikhlas

Ebi: "Re, dulu doain pasangan hidup gimana, re?" Rere: "Tuhan, aku mau yang sepadan." Ebi: "Gitu doang re?" Rere: "Iya... Yang penting ikhlas. Terus, jangan di pikirin lagi." Ebi: "Oh gitu..." Jadi intinya ikhlas. Dan kata Rere, apa-apa lebih baik tau di awal. Lebih baik dia tau, kita seperti apa, dan bisa nerima atau ngga. Ya kalo bisa, berarti bisa lanjut. Kalo ngga, ya jangan maksa... Lalu, liat tanda-tandanya. Kalo "tektok", ya lanjut bicarain serius di awal. Ini pendekatan untuk menikah atau gimana. Hmmm.... Baik. We'll see. 😆

Man

Mumpung tiba-tiba kepikiran dalam lamunan, langsung cepet-cepet kesini dan nulis. Pria yang nantinya kelak jadi bapaknya anak-anak saya, kudoakan adalah pria yang.... Bisa diskusi bareng apapun itu. Ya masalah kerjaan, rumah tangga, pandangan-pandangan, dan sekalipun hal-hal sepele. Pria itu ngga bosan mendengarkan aku berceloteh dan selalu tertarik untuk tau apa yang aku bicarakan dengan teman-temanku dan yang aku bicarakan dengan diriku sendiri dialam hati. Pria yang ngga bisa tidur atau meninggalkan pasangannya saat masalah belum selesai. Pria yang lebih suka mencium kening dan pipiku dari pada bibirku. Pria yang menenangkan pasangannya dengan mendekapnya erat. Pria yang merasa bersalah saat melihat pasangannya menangis. Pria yang lucu dan mampu mengubah tangis itu menjadi senyuman. Pria itu juga bertanggung jawab dengan pekerjaan, keluarga, dan agamanya. Pria yang mampu membimbing aku dan anak-anak menjadi lebih baik. Pria yang terbuka dengan pasangannya, apapun yang ...

November 2014

Hi blogger! Long time no writing. Hihi. Sekarang saya sudah bekerja di tempat yang baru. Sudah tidak sekantor lagi dengan mas nya. Hehe. Ditempat baru, saya ketemu sama banyak temen-temen yang baik hati, sering bagi-bagi makanan (hehehehe), dan cewe-ccewe-cewenya juga suka dandan. Pas kan? Jadi akhir-akhir ini si ebi jadi tambah keranjingan dandan. Mulai punya uang buat beli-beli makeup, brush, dan belajar pake makeup yang bener. Yang lucu, di kantor baru ini temen-temen minta alisnya dirapihin. Bermodalkan pingset, tissue basah, tissue kering, dan kenekatan aka kemampuan yang pas-pasan, akhirnya 1-4 orang bersedia berserah pasrah sama ebi. Hahaha. Sekarang saya lagi suka pake shadow warna biru. 😊 karena keliatan bagus dimata saya. Next, aku mau bikin tutorial makeup by ebi ah. Hehe. 😉

Jumat Agung dan Perjamuan Kudus

Hai blogger! Lama tidak menulis lagi. Saya akan lebih berusaha meluangkan waktu untuk menulis kembali. Hehe. Kemarin, kita di Indonesia ini baru aja liburan panjang. Jumat kemarin adalah tanggal merah perayaan Jumat Agung bagi umat Kristiani. Saya juga merayakannya. Jumat kemarin saya pergi ke gereja bersama mama, mengikuti kebaktian dan menjalani perjamuan kudus. Pada kepercayaan saya, Kristen Protestan, terdapat 2 sakramen yaitu sakramen Baptisan Kudus dan sakramen Perjamuan Kudus. Kalau digereja saya, HKBP, Baptisan Kudus didapatkan ketika masih kecil. Biasanya anak berumur 1-2 tahun mendapat Baptisan Kudus. Setelah cukup dewasa (umur 16-17 tahun), kami diwajibkan untuk belajar Sidi. Pembelajaran ini merupakan pembelajaran menyeluruh mengenai Alkitab, hukum Tuhan, firman Tuhan, dan segala dasar-dasar kepercayaan kami. Di HKBP sendiri, kami tidak boleh menikah sebelum lulus belajar Sidi. Biasanya Belajar Sid berlangsung hampir 1 tahun. Sama seperti sekolah pada umumnya. Hanya saja...

Yiruma - Hope

Listen... It makes my day :)

Reviewing My Blog

Belakangan ini saya melihat tulisan saya di blog ini makin tidak karuan. Hehehe. Kebanyakan perasaan sedih dan emosi dilimpahkan di blog ini. Apa yang seharusnya menjadi masalah pribadi yang "cukup saya, dia/mereka, dan Tuhan yang tau" malah terbawa ke dalam dunia menulis ini. Maafkan atas ketidak-profesional-an saya yaaa.. :) Lalu, mengacu pada topik blog saya sebelumnya tentang >> Menulis , memang baik mencurahkan pemikiran kita melalui tulisan. Namun, entah mengapa ketika saya baca-baca kebelakang, isi blog ini hampir sama saja seperti diary anak sma yang cengeng, isinya kurang penting dibagi, dan menyedihkan. (*apa hanya perasaan saya ya?*) Well... Sekarang, dengan ini saya berjanji, saya akan memilter tulisan saya sebelum diposting di sini. Semoga saya bisa memberikan damak positif bagi pembaca. (*ada yang baca tidak yaaa?* anggap saja ada) dan mulai menyimpan emosi hati saya ditempat lain, yang lebih tepat. Terima kasih.

Tulisan Di Penghujung November

Sepertinya sudah menjadi kebiasaan banyak orang terkaget-kaget ketika menyadari bahwa kita sudah di penghujung tahun. Tidak terasa memang, hampir setahun sudah berlalu dan saya lupa apa yang sudah saya lakukan tahun ini. Apa rencana-rencana yang kemarin disusun sudah dicapai? Sepertinya saya lupa dimana saya menuliskan rencana-rencana itu. Hehehe.. (lalai) Well, yang saya ingat, awal tahun itu saya belum sidang D3, masih sibuk revisi Tugas Akhir (TA), sibuk bolak-balik Jakarta-Bandung, dan merasakan beban berat sekali saat itu. Hehehe. Waktu itu harapan saya bisa lulus sidang D3 dengan nilai A, revisi selesai, membuat buku TA dengan lancar, dan wisuda dengan bangga. Apakah itu semua terjadi? Some of those were happened. And thore were not easy to get. Mungkin sudah dijelaskan pada tulisan saya sebelumnya. Tapi ngga ada salahnya saya ulangi biar saya ingat betapa sulitnya lulus. Hehehe.. Lulus sidang belum berarti kebebasan itu sudah di tangan. Setelah lulus, tanggung jawab selanj...