Skip to main content

Menulis

Keterampilan berkomunikasi. Matakuliah ini membawa warna dalam perkuliahan yang sedang ku jalani. Dosennya ngajarnya asik banget! Banyak cerita, banyak nasehat, banyak hal baru yang diajarkan. Salah satunya adalah menulis. Aku baru tau kalo menulis itu membuat pikiran kita lebih sehat. Kenapa? Begini ceritanya.... Setiap hari kita belajar banyak hal. Banyak yang masuk ke dalam otak, tapi sedikit yang bisa dikeluarkan. Nah, menulis itu salah satu cara supaya otak kita ngga mampet. Semua yang ada di dalamnya kita keluarkan lagi. Kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Makanya, kalo lagi stress, sedih, bete, pusing, mending nulis aja.. Tapi perlu diperhatikan lho etika kita dalam menuliskan hal-hal di dunia maya seperti ini.

Tau '4L4y' kaaaann?? hahahahhaha. Nah, itu salah satu dari sifat-sifat orang tak beretika dalam menuliskan hal-hal di dunia maya. Ada lagi yang memaki-maki orang lain di status jejaring sosial. Dan begitu bayak kata-kata kasar di status-status mereka. Hmm, kayaknya mereka harus belajar matakuliah etika seperti aku deh. hehe..

Menulis dan diberi tanggapan oleh orang lain (pembaca) ternyata lebih baik lagi! Makanya.. kalo ada yang baca tulisan dan curhatan-curhatan ku, tolong dikomenin yaaaa... ;)
Yahh... mungkin bisa kasih masukan ke aku. Supaya aku bisa lebih baik lagi. hehehehe..

Eh, ngga cuma menulis ternyata! Orang yang sudah menikah juga pikirannya lebih sehat. Kata dosenku sih, itu karena segala hal dapat dibagi satu sama lain. ada timbal balik antara pasangan tersebut. wahhh, jadi pengen punya pasangan.. hihihi..

Oleh karena itu, yuk kita rajin menulis.. Ngga ada ruginya kaan? Siapa tau kamu berbakat jadi penulis. ;)

Comments

Popular posts from this blog

Product Knowledge, Segmenting, Targeting and Positioning Branding pada Levi's Company

 Product knowledge sangatlah penting untuk para produsen karena memuat informasi-informasi yang mendorong terjadinya suatu pembelian. Product knowledge merupakan penjabaran dari teori perilaku konsumen yang terbagi lagi menjadi tiga bagian. Salah satu bagian ini adalah pengetahuan tentang produk yang memiliki perincian tentang jenis produk dan tingkat product knowledge. Product knowledge merujuk pada pemahaman tentang kumpulan berbagai informasi yang diterima oleh konsumen mengenai produk yang meliputi produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk (Dwiastuti, Shinta, & Isaskar, 2012)  Sejarah Levi's Company Popularitas celana jeans memang tidak lagi diragukan. Penggunaan jenis celana ini dapat ditemui hampir di semua generasi, pria maupun wanita, dari anak-anak hingga orang tua. Banyak alasan mengapa celana jeans sering digunakan, salah satunya adalah karena celana ini mempunyai bahan yang tidak mudah rusak dan t...

Brainstorming, Analisis SWOT, Strategi SO-ST-WO-WT, dan Ideasi untuk LEVI'S JEANS

Pada postingan sebelumnya, kita sudah mengenal lebih dalam mengenai produk Levi's Jeans. Setelah memahami sejarah dari produk, selanjutnya untuk memberikan ideasi bagi perusaan, kita harus memulai dari proses brainstorming, lalu analisis kekuatan-kelemahan-peluang-ancaman, lalu memberikan ide bagi Levi's untuk melakukan inovasi.  Brainstorming adalah suatu rangsangan untuk membangkitkan ide kreatif dengan cara mengeksplor pemikiran sehingga struktur kognitif atau yang disebut pengetahuan utama yang relevan menjadi aktif (Stroebe, Nijstad , & Rietzschel , 2010 dalam Alrubaie dan Esther, 2014: 45) Pada perkuliahan branding yang saya ikuti, proses brainstorming dijabarkan sebagai berikut: Pada tahan preparation dan fact-finding, kelompok kami menggunakan metode 5W + 1H untuk menemukan fakta tentang produk Levi's. Berikut ini pertanyaannya: WHAT Apa saja produk Levi’s? Celana Jeans: - 501® Original - 505™ Reguler - 502™ Reguler Taper - 511™ Slim - 512™ Slim Taper - 510™ Ski...

Dealing with Reality

Saat kenyataan tidak terjadi seperti yang kuharapkan, aku menjadi kecewa karenanya. Rasa kecewa seringkali melahap keindahan yang ada di sekelilingku. Aku pun berubah karenanya. Hari ke hari ku renungi lagi. Apa yang harus kulakukan pada hatiku? Lalu Tuhan seakan berbisik dan mengingatkan, "Sebesar apapun usahamu meraihnya, kalau Aku tidak berkehendak, kamu ngga akan mendapatkannya". Ah iya... Kenapa aku bersusah hati ya.. Bukankah kehendak Tuhan adalah yang paling baik dan jalanku pasti diluruskan? Jadi aku memutuskan untuk tidak lari menjauh dari kenyataan pahit dan mulai menerimanya. Bi, terus berpengharapan ya. Tuhan itu baik. Dia sendiri yang akan tunjukkan jalannya.