Skip to main content

diam atau marah?

tindakan apa yang kamu ambil apabila sekumpulan temanmu menertawakanmu, mengganggu hari-harimu, meledekmu tiada henti, dan menyakitimu? untuk sekali atau dua kali mungkin kamu diam saja, menerima perlakuan mereka yang orang lain lihat sebagai 'candaan' belaka. tapi bisakah kamu bayangkan bahwa itu akan berlangsung setiap hari?

ini yang aku rasakan. perlakuan yang kuterima karena berpegang teguh terhadap satu komitmen. mereka menganggap sok suci, pelit, dan sebagainya. bukan.... bukan itu kawan. dulu aku pernah jatuh meninggalkan komitmen ini. kekecewaan terpancar dari mereka, teman-teman yang sama-sama menjaga komitmen ini. masakah aku mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya??

berawal dari ejekan si A, hingga teman-teman A pun ikut-ikutan. makin hari pun makin pedas dan menyakiti telinga. panas dihati kadang teredam oleh ajaran-ajaran agama. 'kasih'. mengasihi mereka dengan tidak memperdulikan apa kata mereka. namun mereka tak ada habis-habisnya. mereka mulai mencubit-cubiti badanku yang gembul ini, mengejekku bila aku dalam kesulitan, mengusiliku dan laptopku, dan semua hal yang bisa membuatku kesal, mereka lakukan.

akhirnya aku marah. segala jenis binatang kurasa telah kusebutkan. inginku balas cubitan mereka, pukulan mereka, tapi aku hanya wanita dan mereka pria. dan penyesalan pun datang setelah emosiku mereda. ingin kucabut semua kata-kata kotorku tadi.

Tuhan, ampuni aku ini... :( lalu ku doakan mereka dalam doaku.. walau sakit hati ini mengingat semua perlakuan mereka. yaa... memaafkan dan melupakan kepahitan yang mereka lakukan adalah pembelajaranku kini. kuharap mereka bisa berubah. kuharap mereka mengerti bagaimana perasaan orang lain.

jadi? hhmmm.... mungkin aku akan tetap diam dan bersabar. melihat tangan Tuhan menjamah hati mereka. amin. :)

Comments

Popular posts from this blog

Product Knowledge, Segmenting, Targeting and Positioning Branding pada Levi's Company

 Product knowledge sangatlah penting untuk para produsen karena memuat informasi-informasi yang mendorong terjadinya suatu pembelian. Product knowledge merupakan penjabaran dari teori perilaku konsumen yang terbagi lagi menjadi tiga bagian. Salah satu bagian ini adalah pengetahuan tentang produk yang memiliki perincian tentang jenis produk dan tingkat product knowledge. Product knowledge merujuk pada pemahaman tentang kumpulan berbagai informasi yang diterima oleh konsumen mengenai produk yang meliputi produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk (Dwiastuti, Shinta, & Isaskar, 2012)  Sejarah Levi's Company Popularitas celana jeans memang tidak lagi diragukan. Penggunaan jenis celana ini dapat ditemui hampir di semua generasi, pria maupun wanita, dari anak-anak hingga orang tua. Banyak alasan mengapa celana jeans sering digunakan, salah satunya adalah karena celana ini mempunyai bahan yang tidak mudah rusak dan t...

Brainstorming, Analisis SWOT, Strategi SO-ST-WO-WT, dan Ideasi untuk LEVI'S JEANS

Pada postingan sebelumnya, kita sudah mengenal lebih dalam mengenai produk Levi's Jeans. Setelah memahami sejarah dari produk, selanjutnya untuk memberikan ideasi bagi perusaan, kita harus memulai dari proses brainstorming, lalu analisis kekuatan-kelemahan-peluang-ancaman, lalu memberikan ide bagi Levi's untuk melakukan inovasi.  Brainstorming adalah suatu rangsangan untuk membangkitkan ide kreatif dengan cara mengeksplor pemikiran sehingga struktur kognitif atau yang disebut pengetahuan utama yang relevan menjadi aktif (Stroebe, Nijstad , & Rietzschel , 2010 dalam Alrubaie dan Esther, 2014: 45) Pada perkuliahan branding yang saya ikuti, proses brainstorming dijabarkan sebagai berikut: Pada tahan preparation dan fact-finding, kelompok kami menggunakan metode 5W + 1H untuk menemukan fakta tentang produk Levi's. Berikut ini pertanyaannya: WHAT Apa saja produk Levi’s? Celana Jeans: - 501® Original - 505™ Reguler - 502™ Reguler Taper - 511™ Slim - 512™ Slim Taper - 510™ Ski...

Dealing with Reality

Saat kenyataan tidak terjadi seperti yang kuharapkan, aku menjadi kecewa karenanya. Rasa kecewa seringkali melahap keindahan yang ada di sekelilingku. Aku pun berubah karenanya. Hari ke hari ku renungi lagi. Apa yang harus kulakukan pada hatiku? Lalu Tuhan seakan berbisik dan mengingatkan, "Sebesar apapun usahamu meraihnya, kalau Aku tidak berkehendak, kamu ngga akan mendapatkannya". Ah iya... Kenapa aku bersusah hati ya.. Bukankah kehendak Tuhan adalah yang paling baik dan jalanku pasti diluruskan? Jadi aku memutuskan untuk tidak lari menjauh dari kenyataan pahit dan mulai menerimanya. Bi, terus berpengharapan ya. Tuhan itu baik. Dia sendiri yang akan tunjukkan jalannya.